Jumat, 07 Maret 2014
Kebijakan privasi pengunjung
Kamis, 06 Maret 2014
Wirausaha muda mandiri
Masa depan bak sebuah pintu yang harus dicari dan diketuk berkali-kali sampai "seseorang" membukakannya. Itu pun belum jaminan bahwa itulah pintu yang dicari. Mereka bersusah payah menemukan pintu itu, dan sekarang mereka telah mendapatkannya.
Buku ini memotret kisah 24 orang wirausaha muda dalam membangun, mempertahankan, dan mengembangkan bisnis yang telah mereka temukan sejak kuliah. Anak-anak muda, agen perubahan dalam lingkungannya ini, tidak memulainya dari modal besar, melainkan dengan merangkai keping demi keping semangat, pengetahuan, dan keberanian. Mereka sempat stagnan, jatuh, bahkan gagal. Tetapi yang membuat mereka berhasil adalah keberanian untuk bangkit.
Setiap usaha tentu mengandung risiko. Wirausahawan muda tidak mundur setelah mengetahui risiko, tetapi mencari cara untuk meminimalkan risiko dan keluar dari kesulitan. Pada setiap rupiah kerugian, menetes air mata pembelajaran sehingga lebih berhati-hati di kemudian hari.
Inilah buku yang akan membuka pemikiran Anda tentang dunia wirausaha dan-tidak menutup kemungkinan-akan menggugah minat Anda menjadi seorang entrepreneur yang naik kelas dan modern. Less
Rabu, 05 Maret 2014
PENTINGNYA BISNIS BAGI KEHIDUPAN SAYA
Menurut saya berbisnis sangat penting karena dengan berbisnis kita dapat mendatangkan keuntungan atau laba. Dengan kita berbisnis kita juga bisa mendatangkan lapangan pekerkerjaan bagi orang lain. Dengan berbisnis kita menjadi memiliki kesibukan, kita juga bisa mendatangkan keuntungan bagi oran lain, contohnya dalam hal jasa dan hal lainnya. Dengan demikian kita pun mendapatkan keuntungan. Dengan kita berbisnis kita pun memiliki suatu kelompok atau organisasi, adapun berbisnis untuk kepentengan lain (bukan intuk mendapatkan keuntungan) contohnya institusi pemerintah. Bisnis institusi pemerintah juga sangat penting dikarenakan mereka berbisnis demi kesejahteraan rakyat. Berbisnis juga sangat penting untuk kehidupan saya dikarenakan dengan saya berbisnis saya dapat meningkatkat kesejahteraan dan kemakmuran bagi diri saya sendiri. Dengan bebisnis kita dituntut menjadi orang yang lebih baik, maksud kata baik dalam hal ini adalah kita dituntut dalam hal-hal seperti ketekunan dalam menjalankan bisnis tersebut, kedisiplinan dalam menjalankan bisnis tersebut, dan kita pun bisa menjadi orang yang lebih sabar.
Menurut saya berbisnis itu lebih menguntungkan dari pada menjadi karyawan, dibandingkan dengan menjadi karyawan yang harus menuruti perintah atasan. dengan kita memiliki bisnis sendiri kita bisa membuat peraturan perusahaan kita sendiri, merencanakan pemasaran produk kita sendiri dengan syarat perusahaan kita miliki bisa menjadi evisien. kita bisa mengatur waktu luang kita sendiri dan bisa liburan kapan saja. Jadi selain memberi keuntungan dan nilai tambah pada diri kita, keuntungan lain dari berbisnis juga bisa membuat kita memiliki waktu luang untuk bersenang-senang.
Jadi peran bisnis sangat besar dalam kehidupan saya dikarenakan dengan berbisnis saya bisa mencari keuntungan atau laba, mendapatkan nilai tambah pada diri saya sendiri dan dapat membantu seseorang dalam hal memberikan pekerjaan, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik, mejadi orang yang lebih disiplin, menjadi orang yang lebih sabar, dapat mengatur waktu dengan baik.
Selasa, 04 Maret 2014
Rekrutmen Terbaru di Bank Indonesia (PCPM BI) Juli 2013
- Calon kandidat Warga Indonesia
- Calon kandidat lulusan S1 / S2 dari jurusan
- Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan
- Teknik Industri
- MIPA Statistika
- MIPA Matematika
- Akuntansi
- Manajemen (Keuangan dan SDM)
- Ilmu Hukum
- Administrasi Niaga/Bisnis
- Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis
- Calon kandidat dengan IPK min 3.00 dari skala 4
- Calon kandidat punya umur terhitung 26 Juli 2013 maximal
- Untuk S1 max 26 tahun
- untuk S2 Max 28 tahun
- Calon kandidat Bisa berbahasa Inggris aktif
- Calon kandidat Siap mengikuti ikatan dinas dan tidak mempunyai ikatan dinas dari lembaga/institusi lain
- Calon kandidat pastinya tidak hamil dalam masa pendidikan
- Calon kandidat pastinya tidak mempunyai hubungan saudara kandung/suami/istri sebagai karyawan atau pegawai bekerja di Bank Indonesia
- Calon kandidat Siap penempatan disemua wilayah kantor Bank Indonesia
Senin, 03 Maret 2014
Sejarah toko ZARA
Sang Pemilik Zara

Bagi pecinta mode, nama Zara tentulah sudah tidak asing lagi. Gerai fashion asal Spanyol yang juga membuka cabang di Indonesia sejak 2005 ini, memang mempunyai reputasi yang tak diragukan. Tidak heran bila gerainya tak pernah sepi pembeli.
Adalah Amancio Ortega Gaona yang menjadi arsitek kesuksesan Zara. Lelaki yang diposisikan London Times di puncak 25 orang paling dinamis di industri fashion ini, membuka toko Zara yang pertama di La Coruna pada 1975. Setelah lebih dari tiga dasawarsa berlalu, Zara menyebar ke-64 negara dan memiliki 3.000 gerai.
Berdasarkan laporan Inditex, perusahaan induk yang mengelola Zara dan tujuh merek lainnya, sampai 2005 omzet Zara sebesar 8,7 miliar dolar AS. Hampir 60 persen dari nilai itu didapat dari penjualan di luar Spanyol. Ortega bukanlah keturunan pengusaha. Pria kelahiran Leon, Maret 1936 itu, berasal dari keluarga tak mampu. Ayahnya hanyalah pegawai kereta api dan sang ibu cuma pembantu rumah tangga. Ia bahkan harus drop out dari SMA, karena orangtuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Namun hal itu tak membuatnya patah arang. Selepas DO dari SMA, dia bekerja di industri tekstil Iberia di La Coruna. Inilah perkenalan pertama Ortega dengan dunia tekstil.
Tak berapa lama kemudian, dia pindah kerja di sebuah rumah jahitan. Ia bertugas sebagai pengantar pakaian yang dipesan orang-orang kaya. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Ortega kemudian dipercaya menjadi penghias kain dan asisten penjahit. Sejak itu, minatnya terhadap dunia tekstil terus tumbuh.
Awal 1960-an, setelah lebih dari satu dasawarsa berkecimpung di dunia tekstil, Ortega akhirnya dipercaya menjadi manajer di sebuah toko pakaian. Pada saat itulah, dia mulai menangkap peluang. Disadarinya, hanya orang-orang kaya yang mampu membeli pakaian dengan harga mahal. Karena itu, dia akan membuat pakaian yang sama dengan harga murah.

Diawali dengan membuat gaun bersama istri keduanya, Rosalia Mera, pada 1963 ia kemudian mendirikan Confecciones Goa, sebuah konveksi. Beberapa tahun kemudian, dibukalah toko pertamanya. Toko inilah yang kemudian menjadi cikal bakal industri mode terkemuka saat ini, Zara. Sigap menangkap keinginan pasar dan pelayanan maksimal, itulah yang diterapkan Ortega dalam menjalankanZara.

Berbeda dari perusahaan fashion lainnya yang menciptakan permintaan untuk tren baru pada musim semi atau musim dingin dengan membuat pergelaran busana,Zara justru membuat pakaian berdasarkan permintaan para pelanggannya di seluruh jaringan tokonya. Caranya, Zara menugaskan pada 200 desainernya di Spanyol melakukan perjalanan keliling dunia untuk melihat perkembangan tren fashion di negara-negara lain. Dengan demikian ia bisa bergerak cepat dan lebih dulu menangkap perubahan pasar. Tak mengherankan, Zara menjadi trend setter bagi industri fashion. Tak hanya itu. Di La Coruna, desainer dan ratusan manajer produk tak henti berdiskusi untuk memutuskan model apa yang akan dibuat.
Setiap hari mereka mengumpulkan saran dari seluruh manajer Zara di seluruh dunia. Setelah menimbang gagasan para manajer toko tersebut, tim desainer dan manajer produk memutuskan apa yang akan diluncurkan ke pasar. Maka, dibuatlah gambar dalam komputer untuk kemudian dikirim ke pabrik yang letaknya tak jauh dari lokasi kerja mereka.
Untuk memberi kenyamanan pada pembeli, di setiap gerai Zara terdapat kamar pas yang luas dalam jumlah yang banyak. Ada lebih dari lima ruang pas dalam satu gerai. Menariknya lagi, tamu boleh membawa maksimal enam potong baju ke dalam kamar pas. Selanjutnya, para pramuniaga siap melayani kebutuhan konsumen. Seandainya saat mengepas baju konsumen ingin mencari nomor lain yang lebih sesuai dengan ukuran tubuhnya, dia tinggal meminta ke pramuniaga untuk mencari nomor yang diinginkan tanpa harus keluar dari kamar pas.

Kesigapan menangkap pasar dan penyajian layanan ekstra terbukti berhasil membawa Zara pada kesuksesan. Ortega pun kini tak sekadar memiliki Zara yang pamornya menjulang mendunia. Rangkaian merk sepertiMassimo Dutti, Oysho, Zara Home, Kiddy’s Class, Tempe, Stradivarius, Pull and Bear/Often, serta Bershka, juga dimilikinya. Lebih dari 14.000 orang, bekerja padanya. Selain memiliki saham grup Inditex sebesar 59.29 persen, Ortega juga berinvestasi di bidang perminyakan, pariwisata, perbankan, dan real estate. Beberapa bisnis propertinya berada di Madrid, Paris, London, dan Lisbon. Sebuah hotel mewah dan kompleks apartemen juga dibangunnya di Miami. Tak hanya itu, ia dilaporkan memiliki sebuah sirkuit pacuan kuda Idan klub sepakbola.
Dengan segala kepemilikannya itu ia menjadi orang terkaya di negeri matador, sekaligus konglomerat paling tajir kedelapan seantero jagad versi majalah Forbes. Meski demikian, Ortega tetap tidak melupakan asalnya dari golongan orang tak berpunya. Meski telah menjadi konglomerat, ia tetap low profile. Selain tak mau mengumbar foto dirinya, ia juga menolak memakai dasi. Ia lebih memilih jeans sebagai pakaian sehari-hari. Sebagai pengingat masa-masa pahitnya, Ortega menulis sebuah buku, "De Cero a Zara."
Minggu, 02 Maret 2014
Kelebihan menjadi karyawan
Sabtu, 01 Maret 2014
Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausahawan
2. Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri
3. Terbuka peluang untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan secara maksimal
4. Terbuka kesempatan untuk menjadi bos
5. Terbuka peluang membantu masyarakat dengan usaha-usaha yang konkrit.
Sedangkan kelemahannya antara lain:
1. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko. Jika resiko ini telah diantisipasi dengan baik, maka berarti wirausaha telah menggeser resiko tersebut.
2. Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang
3. Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus berhemat.
4. Tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya.
Jangan mengendurkan diri melihat kelemahan wirausaha, justru hal tersebut dijadikan sesuatu untuk memacu keberhasilan anda.